Efektivitas Perang Tarif Warnet

ruangan warnetSebagai pemilik warnet, gw tertarik, penasaran sekaligus prihatin melihat fenomena bermunculannya warnet baru disekitar lingkungan gw belakangan ini. Tiba-tiba saja tetangga gang sebelah gw buka warnet, sebelumnya temen gw buka warnet, eh,..baru² ini ada lagi temen gw yang mau buka warnet. Sepertinya warnet saat ini sangat menjanjikan yah? atau orang² udah pada bingung mikir bisnis lain? soalnya ada beberapa juga malah menjual warnet mereka, berhenti jadi pengusaha warnet.

Kenapa gw tertarik? sebagai pengusaha warnet gw harus dong mengamati peta persingan gw dengan sesama pengusaha warnet juga. Penasaran, ya gw ingin tau sampai dimana trik-trik para pesaing gw bisa meraih pelanggan bahkan menggeser pemain lama. Prihatin? ya jelas gw prihatin karena beberapa pemain bisnis warnet ini kebanyakan orang² yang kekurangan ide bisnis. Mereka biasanya hanya bermodalkan pengamatan kasat mata saja. Karena melihat ada warnet di gang sebelah misalnya, kelihatannya rame terus, terlihat menggiurkan kalau dia juga buka usaha yang sama daripada nganggur katanya, sementara modal pun cukup tapi sebetulnya dia tidak punya latar belakang IT sama sekali dalam mengelola usaha warnet. Mereka pun biasanya mengandalkan para teknisi untuk memelihara peralatannya, tapi lama² mereka mulai dibohongi juga oleh para oknum teknisinya. Yah, gw rasa pelaku bisnis yang begini ini nantinya akan berlaku proses seleksi alam juga sih.

Sebetulnya sih sah-sah saja kalau ada orang yang juga ikut bergabung di dunia usaha yang sejenis. Mereka boleh meniru kesuksesan orang lain. Tapi alangkah bijaksananya jika mereka tidak menerapkan prinsip asal gw yang menang! Prinsip asal gw menang kaya gimana tuh? yah, tau sendirilah, kesalahan utama dunia bisnis yaitu rakus dan tamak. Kalau bisa gw kuasain semua kenapa ngga gw bunuh saja semuanya.

Begitu kira² kasarnya etika bisnis yang berlaku pada umumnya. Beberapa teori bisnis dan pemasaran juga mengajarkan seperti itu kok. Mungkin yang seperti itu juga yang dinamakan prinsip ekonomi neolib (neo liberalis), hajar yang modalnya kecil sampe habis.

Nah, dalam hal persaingan warnet, mereka biasanya menggunakan kata² tarif promo atau harga promo untuk membanting harga pasaran. Tunggu dulu, berapa sih tarif standart nya warnet itu? Kalau menurut gw sih, dengan koneksi yang didapatkan dari ISP Telkom Speedy, tarif sedang ada dikisaran Rp.3000 – Rp.3500 per  jam. (warnet gw sendiri memasang tarif Rp.3000/jam). Nah, bagi para pendatang baru, untuk menarik pelanggan mereka biasanya membanting harga dengan memasang tarif promo Rp.2500 sampai Rp.2000/jam, bahkan ada yang berani mematok tarif hingga Rp.1500 sampai Rp.1000 /jam. Kalo gw pikir, tarif segitu mending cari usaha lain saja, sayang buang duit cuman bayar iuran internetnya doang untungnya secuil, bikin capek badan capek otak saja ngurusin bisnis yang ga ada untungnya, ya ngga?…

Mirip teknik yang dipakai para provider pulsa handphone. Awalnya sih memang pelanggan di untungkan dengan adanya persaingan mereka. tarif semakin murah saja, tapi bukannya para provider tidak memperhitungkan kerugiannya.

Balik lagi, para pelanggan biasanya harus menanggung konsekuensi dari murahnya tarif yaitu berupa buruknya pelayanan koneksi atau suara serta jaringan yang terputus² karena efek dari biaya operasional yang disunat. Contoh lain dari dampak perang tarif  juga dapat kita rasakan beberapa waktu lalu pada perusahaan maskapai penerbangan dimana banyak pesawat yang tidak dirawat oleh perusahaannya dan akhirnya jatuh karena kerusakan beberapa peralatan penerbangannya.

Kembali lagi, apa yang akan gw sampaikan ini adalah sejauh mana pengaruh atau efektivitas perang tarif yang di lakukan oleh beberapa pengusaha warnet dapat meningkatkan penghasilannya dan meraih jumlah pelanggan yang mereka inginkan. Atas dasar rasa penasaran, gw coba untuk membuka polling tentang efektivitas perang tarif warnet di forum kaskus. Berikut adalah isi polling tersebut:

Kalian lebih milih warnet yang mana? (dgn selisih tarif Rp.1000/jam)
A. warnet dengan tarif lebih murah tapi suasana kurang nyaman.
B. warnet dengan tarif lebih mahal tapi suasana yang nyaman.

Dalam beberapa jam saja, sekian banyak warga kaskus langsung berpartisipasi dalam polling yang gw adakan. Dan hasilnya sedikit mengejutkan gw. Sedikit agak berbeda dari perkiraan gw. Pada saat tulisan ini dibuat, 98 kaskuser memilih opsi B sebanyak 89.80%, sedangkan opsi A hanya dipilih sebanyak 10.20%. Bagi kalian yang penasaran dengan hasil polling terakhir atau sekalian ingin ikut berpartisipasi silakan kunjungi : http://kask.us/3716677

Dari hasil polling tersebut juga terdapat beberapa komentar dari rekan² kaskuser yang rata-rata mereka menginginkan kecepatan koneksi internet. Yah, gw rasa kalau masalah itu balik lagi tergantung kekuatan permodalan si pengusaha untuk membayar iuran bulanan koneksi internet dedicated yang mahal. Masalahnya kita disini hanya memperbandingkan warnet yang punya kesamaan faktor selain dua faktor yang gw sebutkan dalam polling diatas.

Satu poin lagi yang harus diperhatikan, ada yang tidak menginginkan suasan berisik dari speaker pc game center. Jadi sebaiknya jika anda punya game center juga, pisahkan dari para user yang browsing internet.

Kemudian gw juga membuat polling tambahan yang isi sebagai berikut:

Pilih warnet yang mana? (tidak ada ruang khusus):
A. Bebas merokok
B. Dilarang merokok

Pada saat tulisan ini dibuat, dari 62 kaskuser, opsi B dipilih sebanyak 64.52% dan opsi A dipilih sebanyak 35.48%. Silakan jika ingin berpartisipasi kunjungi: http://kask.us/3717315

Kebanyakan dari kaskuser mungkin bukan perokok, tapi gw perhatikan justru yang perokok juga tidak menginginkan suasan sumpek di warnet dengan penuh asap rokok. Menurut gw ini sangat berhubungan dengan kenyamanan yang dipilih sangat signifikan ketimbang tarif murah.

Kesimpulan gw, warnet akan lebih diminati apabila punya suasana nyaman, bersih, bebas dari polusi udara maupun polusi suara dan tentunya aman dari maling motor! Tentunya definisi nyaman ini termasuk kenyamanan komputer yang digunakan, tempat duduk, kecepatan koneksi dan hal² lainnya yang dapat membuat pelanggan betah. Dan ternyata, harga atau tarif tidak begitu berpengaruh dalam menarik minat para pelanggan warnet. Setidaknya demikian hasil yang kita dapatkan dari para responden kaskuser. Mungkin saja jika anda melakukan penelitian di daerah lain akan berbeda hasilnya. Silakan anda mencoba sendiri.

Demikian hasil dari riset kecil²an gw mengenai pengaruh serta efektivitas perang tarif pada warnet. Semoga riset gw ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi para calon pengusaha warnet ataupun para pengusaha warnet yang sedang berjalan agar tidak semata² mementingkan keuntungan jangka pendek dengan cara berperang dari sisi tarif. Bersaing dari sisi tarif adalah kurang bijaksana karena dalam jangka panjangnya gw rasa dapat merugikan para pengusahanya sendiri, terutama para pengusaha di bidang bisnis warnet ini. Mungkin kalau provider pulsa telpon silakan saja mereka berperang,.. itu kan perangnya para gajah, biarkan saja. hehe…


3 Responses to “Efektivitas Perang Tarif Warnet”

  1. BatavianX Says:

    Gan, gw pengusaha warnet yang “mau gak mau” boleh dibilang melakukan aksi perang tarif meskipun sebenarnya “tidak sengaja”, untuk informasi di daerah gw, warnet umumnya memasang tarif 3000-4000/jam, gw sendiri 2500/jam, tapi sebenarnya gw pasang tarif murah untuk kepentingan sosial karna gw perduli sama pendidikan, khususnya dalam bidang IT dan internet.

    3 dari 5 warnet di daerah gw pun ikut share dari koneksi dedicated milik gw, dengan harga yg sangat terjangkau & koneksi yg jauh lebih bagus dari speedy. Tidak kurang dari 30 pelanggan rumahan dg tarif mulai dari 50rb-150rb (tergantung kondisi perekonomian pelanggan) unlimited 24/7.

    Gw rasa dgn “alasan tertentu”, sah2 aja pengusaha melakukan perang tarif.

    Salam.

  2. Wahh sangat bermanfaat sekali informasinya gan. ada permasalahan yang saya ingin benar2 tahu yaitu user lebih suka mana warnet lesehan/ duduk di kursi.. jika dibuat poling juga bagus gan supaya saya tau hasil terbanyak mana..

    thanks gan

  3. Sebagai pengguna ane juga pilih-pilih. Kalau harus milih (dengan kecepatan yang sama) ane pilih warnet yang nyaman. Kriteria nyaman menurut ane
    1. Tidak gaduh, biasanya ga nyaman kalo ada anak2 apalagi pemuda2 yang maen game baik CS maupun poker. Seolah cuma mereka yang main.
    Kalo udah gitu ane download sepuasnya biar yang maen poker pada kesel. Jadi sama2 ga kesel.

    2. Ga ada perokok. Boleh aja sih tapi kalo merokok terus menerus atau banyak yang ngerokok jadi ga enak juga.

    3. Komputer atau hardware kurang mantep. Malah ane pernah maen di satu warnet, murah banget tapi komputernya lemot, speed sih cepet. Tapi kan kalo lama2 maen buka mozila bisa hang tiba2.

    4. OP sombong. Ini nih yang bikin ga enak, kalo ada masalah di client ga gerak cepat, padahal billing masih jalan, apalagi malah sibuk maen game. Coba deh OP mengakrabkan diri sama client.

    Itu aja kali ya tapi mau cerita nih warnet deket ane tadinya cuma 2 tapi makin lama makin banyak, bersebelahan pula. Ada yang banyak komputernya ada juga yang dikit, speed pas, kualitas cukup. Sekarang makin berkurang, warnet baru mulai tutup, warnet lama masih bertahan.

    Jadi sabar deh yang punya warnet asal bikin client nyaman pasti panjang umur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: